TARGET PLANNING DISCLIPLINE IN A ORGANIZATION AND A
COMPANY
DIBUAT UNTUK MEMENUHI TUGAS PKKMB FEB 2019
Disusun oleh :
Agnest Indriani
1910631020061
Jurusan Manajemen
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG
2019-2020
ABSTRAK
Ilmu manajemen adalah ilmu yang
melibatkan aktivitas-aktivitas koordinasi dan pengawasan terhadap pekerjaan
orang laim, sehingga pekerjaan tersebut dapat diselesaikan secara efisien dan
efektif. Manajer menjalankan fungsi-fungsi dalam manajemen diantaranya
perencanaan (planning), penataan (organizing), penugasan (commanding),
pengkoordinasian (coordinating), dan pengendalian (controlling).
Perencanaan (planning) fungsi yang
harus benar-benar dipenuhi oleh seorang manajer. Karena dalam sebuah
perencanaan, manajer akan memberikan
arahan kepada para karyawan lalu mereka
dapat mengordinasikan kegiatanya, saling bekerjasama untuk mencapai tujuan dan
dapat meminimalkan pemborosan . Tanpa perencanaan departemen dan perorangan
harus bekerja lintas tujuan serta mencegah organisasi mencapai tujuan secara
efisien.
Perencanaan (planning) fungsi
manajemen yang utama karena menentukan dasar untuk semua hal lainya yang
dilakukan oleh para manajer ketika mengelola, memimpin, dan mengendalikan.
Perencanaan melibatkan dua aspek penting: tujuan (target) dan perencanaan.Mengembangkan
strategi organisasi yaitu dengan
bersaing, menarik pelanggan agar
dapat mencapai tujuan yaitu adalah bagian dari planning.
Pemasaran bagian dari sebuah strategi
untuk mencapai kepuasan konsumen. Melalui sebuah proses perencanaan dan
pelaksanaan konsepsi,penetapan harga, promosi serta distribusi atas
gagasan,barang,dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memenuhi
sasaran perseorangan dan organisasi. Dalam merencanakan dan melaksanakan
strategi, para manajer pemaasaran mengembangkan empat komponen dasar yaitu
produk , penetapan harga.
DAFTAR
ISI
Cover
Abstrak…………………………………………………………………………………………………(i)
Daftar Isi………………………………………………………………………………………………(ii)
Kata Pengantar…………………………………………………………………………………….(iii)
I. Pendahuluan
1.1 Latar
Belakang…………………………………………………………………………………1
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………………………………..2
1.3Tujuan Pembahasan…………………………………………………………………………2
II. Isi………………………………………………………………………………………………………3
III.. Penutup
3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………….4
3.2 Saran………………………………………………………………………………………5
IV..DaftarPustaka……………………………………………………………………………….......6
KATA PENGANTAR
Puji Tuhan, terima kasih Saya ucapkan atas
bantuan Tuhan yang telah mempermudah dalam pembuatan makalah ini, hingga
akhirnya terselesaikan tepat waktu. Tanpa bantuan dari Tuhan, Saya bukanlah
siapa-siapa. Selain itu, Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada teman
,orang tua, serta keluarga yang sudah mendukung hingga titik terakhir ini.
Banyak hal yang akan disampaikan kepada
pembaca mengenai “Disiplin Planning Target”. Dalam hal ini, Saya ingin
memaparkan pentingnya sebuah perencanaan dalam sebuah organisasi untuk mencapai
target secara efisien.
Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta
kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik serta saran dari
pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah
yang lebih baik lagi. Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah
ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak khususnya kepada guru Bahasa Indonesia kami yang telah membimbing
dalam menulis makalah ini.
Demikian, semoga makalah ini dapat
bermanfaat. Terima kasih.
Karawang, 22 Agustus 2019
penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Planning meliputi
pengaturan tujuan dan mencari cara bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut. Planning telah dipertimbangkan sebagai fungsi utama manajemen dan
meliputi segala sesuatu yang manajer kerjakan. Di dalam planning, manajer memperhatikan masa depan, mengatakan “Ini
adalah apa yang ingin kita capai dan bagaimana kita akan melakukannya”.
Membuat keputusan biasanya menjadi bagian dari
perencanaan karena setiap pilihan dibuat berdasarkan proses penyelesaian setiap
rencana.Planning penting karena banyak berperan dalam
menggerakan fungsi manajemen yang lain. Contohnya, setiap manajer harus membuat
rencana pekerjaan yang efektif di dalam kepegawaian organisasi.
Dalam era globalisasi ini, perencanaan
harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis dan bukan hanya
pada intuisi dan firasat. Salah satu maksud dibuat perencanaan adalah melihat
program-program yang akan dijalankan untuk meningkatkan kemungkinan tercapainya
tujuan-tujuan organisasi di waktu yang akan datang. Perencanaan organisasi
harus aktif, dinamis, berkesinambungan dan kreatif, sehingga manajemen tidak
hanya bereaksi terhadap lingkungannya, tapi lebih menjadi peserta aktif dalam
dunia usaha
Sebelum para manager dapat mengorganisasi, memimpin, atau mengendalikan, terlebih dahulu mereka harus membuat rencana yang memberikan arah pada setiap kegiatan organisasi. Pada tahap perencanaan manager menentukan Apa yang akan dikerjakan, Kapan akan dikerjakan, Siapa yang akan mengerjakan dan Bagaimana mengerjakannya
Sebelum para manager dapat mengorganisasi, memimpin, atau mengendalikan, terlebih dahulu mereka harus membuat rencana yang memberikan arah pada setiap kegiatan organisasi. Pada tahap perencanaan manager menentukan Apa yang akan dikerjakan, Kapan akan dikerjakan, Siapa yang akan mengerjakan dan Bagaimana mengerjakannya
Kebutuhan akan perencanaan ada pada
semua tingkatan manajemen dan semakin meningkat pada tingkatan manajemen yang
lebih tinggi, dimana perencanaan itu mempunyai kemungkinan dampak yang paling
besar pada keberhasilan organisasi. Pada tingkatan top manajer pada umumnya
mencurahkan hampir semua waktu perencannannya jauh ke masa depan dan pada
strategi-strategi dari seluruh organisasi
Zaman yang modern ini tidak berlebihan
apabila kita membicarakan lagi bahwa seluruh proses administrasi dan manajemen
harus dikaitkan secara langsung dengan bagian integral dari usaha pencapaian
tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tanpa ada keterkaitan langsung
tersebut, tidak akan mengherankan apabila dalam penyelenggaraan berbagai
kegiatan dalam organisasi terjadi kesimpangsiuran yang pada gilirannya akan
menimbulkan berbagai macam hal negarif seperti tumpang tindih, duplikasi, dan
ketidakjelasan arah yang kesemuanya berakibat pada pemborosan.
Karena hal itu tidak boleh dibiarkan
terjadi, diperlukan penyelenggaraan berbagai fungsi manajerial dengan tingkat
efisiensi dan efektivitas yang setinggi mungkin.Bahwasannya telah umum
diketahui bahwa seluruh usaha pencapaian tujuan organisasi mutlak perlu
didasarkan pada suatu kebijaksanaan dasar yang dikenal pula dengan istilah
strategi organisasi. Peranan yang dimainkan oleh strategi tersebut yaitu
sebagai penentu arah yang harus ditempuh oleh organisasi bersangkutan.suatau
kebijaksanaan dasar hanyalah mengatur hal-hal yang sangat pokok saja dengan
menggunakan pendekatan yang holistik, dan komprehensif. Hal-hal yang bersifat
teknis, apalagi yang bersifat operasional, tidak perlu diatur dalam strategi
tersebut. Akan tetapi, kebijaksanaan dasar haruslah sedemikian rupa pendekatan
dan sistematika sehingga tidak sulit untuk dijabarkan lebih lanjut. Penjabaran
yang dimaksud dilakukan dengan perencanaan.
Perencanaan dapat di artikan sebgai
keputusan terhadap apa yang akan dilakukan dikemudian hari. Perencanaan tidak
bisa statis tetapi harus dinamis,berkesinambungan dan fleksibel. Dinamis
artinya perencanaan harus liat kemuka memberikan prospek secara rasional.
Segala sesuatu yang berhubungan dengan jawaban “ apakah” dan “bagaimanakah”
harus benar-benar di perhitungkan. Itulah sebabnya perencanaan haus didahului
oeh suatu penjajakan yang bersifat penyelidikan pendahuluan (research).
1.1 Rumusan
Masalah
1. Apa arti dan fungsi perencanaan?
2. Apa saja ruang lingkup
perencanaan?
3. Apa hakikat dan pentingnya
perencanaan?
4. Apa sajakah yang termasuk dalam
jenis-jenis dan Tipe–tipe perencanaan?
5. Bagaimanakah Proses dan
langkah-langkah Perencanaan ?
6. Bagaimana hubungan perencanaan
dengan fungsi managemen lainnya ?
7. Apa saja prinsip-prinsip
perencanaan ?
8. Apa saja tujuan dan manfaat
perencanaan ?
9. Apa sajakah hambatan dalam
penetapan tujuan dan perencanaan serta solusinya ?
1.2 Tujuan
Pembahasan
1. Dapat memahami dengan arti dan
fungsi perencanaan.
2. Mampu memahami ruang lingkup dalam
perencanaan
3. Mampu memahami hakikat dan
pentingnya suatu perencanaan
4. Mampu membedakan jenis-jenis
perencanaan serta mengetahui proses perencanaan
5. Mampu memahami hubungan
perencanaan dengan fungsi manajemen yang ada
6. Mmemahami tujuan dan manfaat suatu
perencanaan
7. Mampu memahami hambatan yang
terjadi dalam suatu perencanaan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Perencanaan adalah proses dasar yang digunakan
untuk memilih tujuan dan menentukan cakupan pencapaiannya, merencanakan bererti
mengupayakan menggunakan sumber daya manusia (human resources),
sumber daya alam (natural saources) dan ssumber daya lainya (Other
Sources) untukmencapai tujuan yang telah dibuat sebelumnya.
Perencanaan secara garis besar diartikan sebagai
proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan
itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Pada dasarnya yang
dimaksud perencanaan yaitu memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan apa (what),
siapa (who), kapan (when), di mana (where), mengapa (why),
dan bagaimana (how). Jadi perencanaan yaitu “proses dasar yang
digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan cakupan pencapaiannya. Rencana
dapat berupa rencana informal atau secara formal. Rencana informal adalah
rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu
organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus
dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal
adalah merencanakan bersama anggota korporasi, artinya setiap anggota harus
mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk menciptakan
kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.
“Suatu perencanaan adalah suatu aktivitas
integratif yang berusaha memaksimumkan efektivitas seluruhnya dari suatu
organisasi sebagai suatu sistem, sesuai dengan tujuan yang ingin di capai.
Berdasarkan definisi tersebut, perencanaan minimum memiliki tiga
karakteristik berikut:
1. Perencanaan tersebut harus
menyangkut masa yang akan datang
2. Terdapat suatu elemen identifikasi
pribadi atau organisasi, yaitu serangkaian tindakan di masa yang akan datang
dan akan di ambil oleh perencana
3. Masa yang akan datang, tindakan
dan identifikasi pribadi, serta organisasi merupakan unsur yang amat penting
dalam setiap perencanaan.
Perencanaan adalah proses dasar yang digunakan
untuk memilih tujuan dan menentukan cakupan pencapaiannya. Merncanakan berarti
mengupayakan penggunaan sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya
lainya untuk mencapai suatu perencanaan. perencanaan dalam pengertian ini
menitikberatkan kepada usaha untuk menyeleksi dan menghubungkan sesuatu dengan
kepentingan masa yang akan datang serta usaha untuk mencapainya .
A. Ruang lingkup perencanaan
Perencanaan Menurut UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, yang menjadi Ruang Lingkup Perencanaan
pada Bab III pasal (3) ayat satu, dua dan tiga, sebagai berikut:
1. Perencanaan Pembangunan Nasional mencakup
penyelenggaraan perencanaan makro semua fungsi pemerintahan yang meliputi semua
bidang kehidupan secara terpadu dalam wilayah Negara Republik Indonesia;
2. Perencanaan Pembangunan Nasional Terdiri atas
perencanaan pembangunan yang disusun secara terpadu oleh Kementerian/Lembaga
perencanaan pembangunan oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya;
3. Perencanaan Pembangunan Nasional sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) menghasilkan rencana pembangunan jangka panjang, rencana
pembangunan jangka menengah, dan rencana pembangunan jangka tahunan.Kegiatan
perencanaan memiliki ruang lingkup yang sangat luas, terkait dengan dimensi
waktu, spasial, tingkatan dan teknis perencanaannya.
B. Hakikat Perencanaan
Perencanaan Salah satu alasan utama menempatkan
perencanaan sebagai fungsi organik manajerial yang pertama ialah karena
perencanaan merupakan langkah kongkret yang pertama-tama diambil dalam usaha
pencapaian tujuan. Artinya, perencanaan merupakan usaha konkret itasi
langkah-langkah yang harus ditempuh yang dasar-dasarnya telah diletakkan dalam
strategis organisasi.Terlepas dari berbagai faktor yang mempengaruhi cara yang
digunakan para ilmuan dalam mendefinisikan perencanaan, kerangka acuan
konseptual yang biasanya mendasari pemikiran dalam membuat definisi perencanaan
berangkat dari hal-hal berikut seperti.
a.Efektifitas manajerial seseorang sangat ditentukan oleh
kemahirannya,termasuk perencanaan.
b. Definisi yang dirumusakan diharapkan mempunyai makna operasional
dalam mengemudikan dan menjalankan roda organisasi.
c. Dapat membuat perencanaan seefisien mungkin sehingga dapat
memberikan kegunaan yang optimal bagi suatu organisasi.
d. Rencana yang dihasilkan oleh kegiatan perencanaan harus dapat
dijadikan sebagai landasan penyelenggaraan berbagai fungsi manajerial
lainnya.Karena itulah definisi yang paling umum dibuat tentang perencanaan
mengatakan bahwa perencanaan merupakan usaha sadar dan pengambilan keputusan
yang telah diperhitungkan secara matang tentang hal-hal yang dikerjakan dimasa
depan oleh suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan yang telah
ditentukan sebelumnya.
Adapun pentinganya dari perencanaan adalah sebagai berikut:
a. Lahir sebagai hasil
pemikiran yang bersumber pada hasil penelitian yang telah dilakukan.
b. Manusia tidak boleh menyerah pada
masa depan yang tidak menentu, melainkan menciptakan masa depan.
c. Sebagai acuan untuk
mempermudah usaha yang akan dilakukan dalam pencapaian tujuan yang
bersangkutan.
Selain itu, Salah satu maksud dibuat perencanaan
adalah melihat program-program yang dipergunakan untuk meningkatkan kemungkinan
pencapain tujuan-tujuan di waktu yang akan datang, sehingga dapat meningkatkan
pengambilan keputusn yang lebih baik. Oleh karena itu, perencanaan organisasi
harus aktif, dinamis, berkesinambungan dan kreatif, sehingga manajemen tidak
hanya bereaksi terhadap lingkungannya, tapi lebih menjadi peserta aktif dalam
dunia usaha.
Ada dua alasan dasar perlunya perencanaan :
a. Untuk mencapai “protective benefits” yang
dihasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinyakesalahan dalam pembuatan
keputusan.
b. Untuk mencapai “positive benefits” dalam bentuk
meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi.
Beberapa manfaat perencanaan adalah :
a. Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan
perubahan-perubahan lingkungan.
b. Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih
jelas.
c. Membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat.
d. Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi.
e. Memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai
bagian organisasi.
f. Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah
dipahami.
g. Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami.
h. Menghemat waktu, usaha, dan dana.
C. Jenis-jenis dan Tipe Perencanaan
1. Jenis-Jenis Prencanaan
Ada beberapa macam perencanaan yang ditinjau dari beberapa segi,yaitu:
A. Jenis perencanaan menurut
prosesnya :
1. Policy Planning,suatu rencana yang
memuat kebijakan-kebijakan saja, tentang garis besar atau pokok dan bersifat
umum. Mengenai apa dan bagaimana melaksanakan kebijakan itu tidak dirumuskan.
Contohnya ada pada GBHN.
2. Program Planning merupakan
perincian dan penjelasan daripada policy planning. Dalam
perencanaan ini biasanya memuat, hal-hal berikut:a. Ikhtisar tugas-tugas yang
harus dikerjakanb. Sumber-sumber dan bahan-bahan yang dapat digunakanc. Biaya,
personalia, situasi dan kondisi pekerjaand. Prosedur kerja yang harus dipatuhi.
Struktur organisasi yang harus dipenuhi
3. Operational Planning (perencanaan
kerja), yakni suatu perencanaan yang memuat hal- hal yang bersifat teknis
seperticara-cara pelaksanaan tugas agar berhasil mencapai tujuan yang lebih
tinggi. Hal-hal yang ini sering kali dimuat dalam perencanaan adalah :
a. Analisa daripada program
perencanaan
b. Penetapan prosedur kerja
c. Metode-metode kerja.
d. Tenaga-tenaga pelaksana. Waktu,
dan sebagainya
B. Jenis perencanaan menurut
jangka waktunya :
1. Long Range Planning, yaitu perencanaan
jangka panjang yang dalam pelaksanaannya membutuhkan waktu lebih dari tiga
tahun.
2. Intermediate Planning, yaitu
perencanaan jangka menengah yang waktu pelaksanaanya membutuhkan waktu antara 1
hingga tiga tahun.
3. Short Range Planning, yaitu
perencanaan jangka pendek yang pelaksanaannya membutuhkan waktu kurang dari 1
tahun.
C. Jenis perencanaan menurut
wilayah pelaksanaannya :
1. National Planning, yakni rencana yang
diperuntukkan bagi seluruh wilayah Negara
2. Regional Planning, yakni rencana untuk
suatu daerah
D. Jenis perencanaan menurut
penggunaannya :
1. Single Use Planning, yaitu
suatu perencanaan hanya untuk sekali pakai saja. Dalam artian jika rencana
tersebut telah tercapai, maka tidak akan digunakan lagi.
2. Repeats Planning, yaitu
perencanaan yang dipakai secara berulang-ulang, walaupun sudah dilaksanakan
berkali-kali
E. Jenis perencanaan dilihat dari segi luasnya usaha kegiatan :
1. General Planning, suatu
rencana yang dibuat secara garis besar dan menyeluruh untuk kegiatan kerja sama
yang lebih luas.Misalnya rencana Kepala Bidang Kanwil untuk satu tahun
pelajaran
2. Special (Concentrated) Planning,
suatu rencana mengenai kegiatan khusus, misalnya perencanaan yang dilakukan
oleh kepala sekolah untuk mengatasi kesulitan belajar dikelas IPS.
Macam-macam perencanaan dalam pengantar manajemen dibagi menjadi 2 yaitu
: Perencanaan organisasi dan Perencanaan kontijensi.
1. Perencanaan
organisasi, Perencanaan ini terdiri dari:
a. Perencanaan strategis
Rencana strategis yaitu rencana yang dikembangkan
untuk mencapai tujuan strategis. Tepatnya, rencana strategis adalah rencana
umum yang mendasari Keputusan alokasi sumber daya, prioritas, dan
langkah-langkah tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan strategis.
b. Perencanaan taktis
Adalah rencana ditujukan untuk mencapai tujuan
taktis, dikembangkan untuk mengimplementasikan bagian tertentu dari rencana
strategis. Rencana strategis pada umumnya melibatkan manajemen tingkat atas dan
menegah dan jika dibandingkan dengan rencana strategis, memiliki jangka waktu
yang lebih singkat dan suatu fokus yang lebih spesifik dan nyata.
c. Perencanaan operasional
Adalah rencana yang menitik beratkan pada
perencanaan rencana taktis untuk mencapai tujuan operasional. Dikembangkan oleh
manajer tingkat menegah dan tingkat bawah, rencana operasional memiliki fokus
jangka pendek dan lingkup yang relatif lebih sempit. Masing-masing rencana
operasional berkenaan dengan suatu rangkaian kecil aktivitas. Kami menjelaskan
perencanaan dengan lebih mendekati pada bagian selanjutnya.
2. Perencanaan
kontinjensi
Jenis perencanaan lain yang juga penting adalah
perencanaan kontinjensi (contingency planning) yaitu penentuan
serangkaian tindakan alternatif jika suatu rencana tindakan secara tidak
terduga terganggu atau dianggap tidak sesuai lagi.
Perencanaan telah diterapkan pada semua jenis
kegiatan dan sesungguhnya terdapat berbagai jenis perencanaan. Beberapa rencana
meliputi: kegiatan yang sangat luas, sedangkan ada juga yang meliputi kegiatan
terbatas saja, ada yang semata-mata meliputi pertimbangan operasional,
sedangkan yang lain menitik beratkan pada pelaksanaan, biaya,kualitas atau
unsur-unsur penting lainnya.
Menurut G.R.Terry bahwa jenis rencana dapat di klasifikasikan menjadi:
a. Rencana Pengembangan
b. Rencana Pemakai
c. Rencana Anggota-Anggota
Manajemen
Klasifikasi dari rencana-rencana tersebut adalah
sesuai dengan waktu yang di liput oleh rencana-rencana yang bersangkutan.
Dengan demikian terdapat rencana-rencana dilihat dari segi waktu jangka panjang
(meliputi waktu lima tahun atau lebih) dan rencana jangka pendek (meliputi
waktu dua tahun atau kurang). Rencana-rencana yang meliputi waktu tiga hingga
lima tahun kadang-kadang dianggap berjangka pendek atau juga dianggap jangka
panjang, tergantung dari organisasi yang bersangkutan, ada juga menyatakan
rencana-rencana seperti berjangka sedang, tetapi tidak begitu umum disebut
demikian.
G.R. Terry lebih condong memakai periode waktu
membenarkan pengeluaran-pengeluaran seperti ditetapkan di dalam rencana
yang bersangkutan.Artinya, mereka menginginkan agar rencana mencakup waktu yang
diperlukan untuk menutup komitmen pengeluaran mereka. Hal tersebut sering
dinyatakan sebagai Recovery Cost. Menerima konsepsi komitmen
tersebut berarti bahwa yang direncanakan itu selalu berbeda,tergantung dari
hal-hal tersebut di atas dan keyakinan dari para top manajer. Jenis-jenis
rencana lainnya ialah rencana orientasi dan rencana operasional.Rencana-rencana
tersebut dapat berupa rencana jangka pendek dan rencana jangka panjang. Rencana
orientasi berusaha untuk memperjelas sasaran-sasaran perusahaan yang masih
aktuil, kegiatannya, kemampuan, personil dan hubungannya dengan para langganan.
Dengan latar belakang rencana rencana seperti itu, dapat dibuat proyeksi
tentang hal-hal yang diharapkan akan terjadi. Sebaliknya, rencana-rencana
tersebut dapat memberi evaluasi kepada para manajer tentang situasi, rencana.
Rencana-rencana operasional meliputi kegiatan-kegiatan yang segera akan
dilaksanakan. Ia dapat menjawab siapa yang akan melaksanakan apa mengaktifkan
sumber-sumber fisik. yakni fasilitas, bahan dan personil,merupakan hal-hal yang
dicakup oleh rencana tersebut.
2. Tipe-tipe Perencanaan
Perencanaan dan rencana dapat diklasifikasikan
dalam beberapa cara yang berbeda. Meskipun proses dasar perencanaan adalah sama
bagi setiap menejer, dalam praktek perencanaan dalam mengambil berbagai bentuk.
Ini disebabkan beberapa alasan.
Pertama, perbedaan tipe organisasi mempunyai perbedaan misi, dimana pendekatan
perencanaan yang digunakan berbeda pula. Kedua, bahkan dalam suatu
organisasi yang sama dibutuhkan tipe-tipe perencanaan yang berbeda untuk
waktu-waktu yang berbeda. Ketiga, manajer-manajer yang berlainan
akan mempunyai gaya perencanaan yang berbeda.
Ada lima dasar yang digunakan dalam mengklasifikasikan perencanaan,
yaitu:
1. Bidang fungsional :
Mencakup rencana produksi, pemasaran, keuangan, dan personalia.Setiap faktor
memerlukan tipe perencanaan yang berbeda. Misalnya:
Rencana produksi meliputi perencanaan kebutuhan bahan,scheduling atau
penjadwalan produksi, jadwal pemeliharaan mesin, dan sebagainya.
2. Tingkatan
organisasional : Termasuk keseluruhan organisasi atau satuan-satuan kerja
organisasi. Teknik-teknik dan isi perencanaan berbeda untuk tingkatan yang
berbeda pula. Perencanaan organisasi keseluruhan akan lebih kompleks daripada
rencana kerja organisasi.
3. Karakteristik (sifat)
rencana :Melipitu faktor-faktor kompleksitas, fleksibilitas, keformalan,
kerahasiaan, biaya, rasionalitas, kuantitatif dan kualitatif. Misalnya :
rencana pengembangan produk biasanya bersifat rahasia, rencana produksi lebih
bersifat kuantitatif dibanding rencana personalia.
Ada dua tipe utama rencana yaitu:
1. Rencana-rencana strategik (strategic
plans), yang dirancang memenuhi tujuan-tujuan organisasi yang lebih luas,
mengimplementasikan misi yang memberikan alasan khas keberadaan organisasi.
2. Rencana-rencana operasional (operational
plans), penguraian lebih terperinci bagaimana rencana-rencana strategik akan
dicapai.
Bagaimana rencana-rencana strategik akan dicapai. Ada dua tipe
rencana-rencana operasional, yaitu:
1. Rencana sekali pakai (single-use
plans) dikembangkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu dan tidak
digunakan kembali bila telah dicapai. Tipe-tipe pokok rencana sekali pakai
adalah program, proyek dan anggaran.
2. Rencana tetap (standing plans)
merupakan pendekatan-pendekatan standar untuk penanganan situasi-situasi yang
dapat diperkirakan dan terjadi berulang- ulang. Wujud umum rencana-rencana
tetap adalah kebijaksanaan, program dan aturan.
C. Proses
dan Langkah-langkah perencanaan
Menurut Louis A Allen (1963), perencanaan terdiri
atas aktivitas yang dioperasikan oleh seorang manajer untuk berpikir ke depan
dan mengambil keputusan saat ini, yang memungkinkan untuk mendahului serta
menghadapi tantangan pada waktu yang akan datang. Berikut ini aktivitas
perencanaan yang dimaksud.
1. Prakiraan (forecasting)
Prakiraan merupakan suatu usaha yang sistematis
untuk meramalkan/memperkirakan waktu yang akan datang dengan penarikan
kesimpulan atas fakta yang jelas diketahui.
2. Penetapan Tujuan (establishing abjective)
Penetapan tujuan merupakan suatu aktivitas untuk
menetapkan sesuatu yang ingin dicapai mealului pelaksanaan pekerjaan.
3. Pemograman (programming)
Adalah suatu aktivitas yang dilakukan dengan maksud
untuk menetapkan:langkah-langkah utama yang diperlukan untuk mencapai suatu
tujuan, Unit dan anggota yang bertanggung jawab untuk setiap langkah, Urutan
serta pengaturan waktu setiap langkah
4. Penjadwalan (Scheduling)
Adalah penetapan atau penunjukan waktu menurut
kronologi tertentu guna melaksanakan berbagai macam pekerjaan.
5. Penggaran (budgeting)
Adalah suatu aktivitas untuk membuat pernyataan
tentang sumber daya keuangan yang disediakan untuk aktivitas dan waktu
tertentu.
6. Pengembangan Prosedur (developing procedure)
Merupakan suatu aktivitas menormalisasikan caara,
teknik dan metode pelaksanaan suatu pekerjaan.
7. Penetapan dan interpretasi kebijakan (establishing
and interpreting policies)
Adalah suatu aktivitas yang dilakukan dalam
menetapkan syarat berdasarkan kondisi manajer dan bawahanya akan bekerja. Suatu
kebijakan adalah sebagai suatu keputusan yang senantiasa berlaku untuk
permasalahan yang timbul berulang semi suatu organisasi.
Berdasarkan aktivitas perencanaan diatas, berikut
ini adalah langkah langkah penting dalam pekerjaan perencanaan :
a. Menjelaskan Permasalahan
b. Usaha memperoleh informasi terandal tentang aktivitas yang yang
direncanakan
c. Analisis dan klasifikasi informasi
d.Menentukan dasar perencanaan dan batasan
e.Menentukan rencana berganti
f. Memlih rancana yang diusulkan
g.Membuat urutan kronologis mengenai rencana yang diusulkan
h.Mengadakan pengendalian kemajuan terhadap rancana yang diusulkan
D. Hubungan perencanaan dan fungsi-fungsi manajemen
Perencanaan adalah fungsi yang paling dasar dari
fungsi manajemen lainnya. Fungsi perencanaan dan fungsi-fungsi serta kegiatan
manajerial lainnya adalah saling berhubungan saling tergantung dan
berinteraksi.
1. Pengorganisasian dan penyusunan personalia (organizing)
Pengorganisasian adalah proses pengaturan kerja bersama sumber daya-sumber daya
keuangan, psikis dan manusia dalam organisasi. Perencanaan menunjukan cara dan
menunjukan sumber daya-sumber daya tersebut untuk mencapai efektivitas paling
tinggi.
2. Pengarahan (directing) Fungsi pengarahan selalu berkaitan
dengan perencanaan. Perencanaan menentukan kombinasi yang paling baik dari
faktor-faktor, kekuatan-kekuatan, sumber daya-sumber daya dan hubungan-hubungan
yang di perlukan untuk mengarahkan dan memotivasi karyawan.
3.Pengawasan Perencanaan dan pengawasan saling berhubungan sangat erat,
sehingga sering d sebut sebagai “kembar siam” dalam manajemen.
Pengawasan adalah penting sebagai produk perencanaan efektif. Oleh karena itu,
pengawasan bertindak sebagai kriteria penilaian pelaksanaan kerja terhadap rencana.
Tujuan setiap rencana adalah untuk membantu sumber daya dalam kontribusinya
secara positif terhadap pencapaian tujuan dan sasaran organisasi.
E.
Prinsip-prinsip
Perencanaan
Perencanaan yang efektif didasarkan pada fakta dan
informasi, bukan atas dasar emosi atau keinginan. Fakta-fakta yang relevan
dengan situasi yang sedang dihadapi berhubungan erat dengan pengalaman dan
pengetahuan seorang manajer. Dibutuhkan cara berfikir yang berefleksi,juga
dapat dibantu oleh imaginasi dan forecast. Selanjutnya Harold Koontz danCyril
O'Donnell dalam buku principles of management mengemukakan prinsip-prinsip
planning sebagai berikut :
1. Prinsip membantu tercapainya
tujuan (principle of contribution to objective). Setiap perencanaan dan
segala perubahannya harus ditunjukkan kepada pencapaian tujuan.
2. Prinsip pengutamaan perencanaan (principle
of primacy of planning). Perencanaanmerupakan keperluan utama daripada
manajer, fungsi lainnya adalah organizing,staffing, directing, dan control.
Seorang manajer tidak akan dapat melaksanakan fungsi-fungsi manajemen lainnya
tanpa mengetahui tujuan dan pedoman dalam melaksanakan kebijaksanaan.
3. Prinsip pemerataan perencanaan (principle
of pervasiveness of planning). Walaupun fungsi manajemen itu sama
pentingnya baik dalam ketentuan maupun pelaksanaannya, tetapi harus diingat
bahwa prinsip pemerataan perencanaan memegang peranan penting, mengingat
manajer dalam tingkat tinggi banyak mengerjakan perencanaan dan bertanggung
jawab atas berhasilnya rencana tersebut.Tidak pernah ada seorang manajer yang
tidak mengerjakan perencanaan.
F.
Tujuan
dan Manfaat Perencanaan
Tujuan perencanaan
Stephen Robbins danMary Coulter mengemukakan empat tujuan perencanaan:
· Tujuan pertama adalah untuk memberikan pengarahan
baik untuk manajer maupun karyawan non manajerial. Dengan rencana, karyawan
dapat mengetahui apa yang harus mereka capai, dengan siapa mereka harus
bekerjasama, dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi.
Tanpa rencana, departemen dan individual mungkin akan bekerja sendiri-sendiri
secara serampangan, sehingga kerja organisasi kurang efesien.
· Tujuan kedua adalah untuk mengurangi ketidak
pastian. Ketika seorang manajer membuat rencana, ia dipaksa untuk melihat jauh
ke depan, meramalkan perubahan, memperkirakan efek dari perubahan tersebut, dan
menyusun rencana untuk menghadapinya.
· Tujuan ketiga adalah untuk meminimalisir
pemborosan. Dengan kerja yang terarah dan terencana, karyawan dapat bekerja
lebih efesien dan mengurangi pemborosan. Selain itu, dengan rencana, seorang
manajer juga dapat mengidentifikasi dan menghapus hal-hal yang dapat
menimbulkan inefesiensi dalam perusahaan.
· Tujuan yang terakhir adalah untuk menetapkan tujuan
dan standar yang digunakan dalam fungsi selanjutnya, yaitu proses pengontrolan
dan pengevalusasian. Proses pengevaluasian atau evaluating adalah proses
membandingkan rencana dengan kenyataan yang ada. Tanpa adanya rencana,manajer
tidak akan dapat menilai kinerja perusahaan.
Selain keempat hal tersebut, sebagian besar studi menunjukan adanya
hubungan antara perencanaan dengan kinerja perusahaan. Perencanaan juga
bertujuan untuk:
1. Standar pengawasan, yaitu
mencocokan pelaksanaan dengan perencanaannya
2. Mengetahui kapan pelaksanaan dan
selesainya suatu kegiatan
3. Mengetahui siapa saja yang
terlibat (struktur organisasinya), baik kualifikasinya maupun kuantitasnya.
4. Mendapatkan kegiatan yang
sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan.
5. Meminimalkan kegiatan-kegiatan
yang tidak produktif dan menghemat, biaya, tenaga, dan waktu.
6. Memberikan gambaran yang
menyeluruh mengenai kegiatan pekerjaan.
7. Menyerasikan dan memadukan bebera
pa subkegiatan.
8. Mendeteksi hambatan kesulitan yang
bakal ditemui.
9. Mengarahkan pada pencapaian
tujuan.
Manfaat Perencanaan
1. Standar pelaksanaan dan pengawasan
2. Pemilihan berbagai alternative
terbaik
3. Penyusunan skala prioritas, baik
sasaran maupun kegiatan
4. Menghemat pemanfaatan sumber daya
organisasi
5. Membantu manajer menyesuaikan diri
dengan perubahan lingkungan
6. Alat memudahkan dalam
berkoordinasi dengan pihak terkait, dan,
7. Alat meminimalkan pekerjaan yang
tidak pasti.
G.
Hambatan
dan solusi Perencanaan
Hambatan Prencanaan
1. Tujuan yang Tidak Tepat
Tujuan yang tidak tepat mempunyai banyak bentuk.
Membayar deviden yang besar kepada pemegang saham mungkin jika dananya
didapatkan dengan mengorbankan penelitian dan pengembangan tujuan mungkin juga
tidak tepat jika tujuan tersebut tidak dapat dicapai. Jika Kal-mart menetapkan
tujuan untuk memperoleh lebih bayak pendapatan dibanding Wal-Mart tahun depan,
Tujuan juga tidak tepat jika tujuan itu menepatkan terlalu banyak penekanan
pada ukuran kuantitatif maupun kalitatif dari keberhasilan.
2. Sistem Penghargaan yang Tidak
Tepat
Dalam beberapa lingkungan, sistem penghargaan yang
tidak tepat merupakan hambatan dalam penetapan tujuan dan perencanaan.
3. Lingkungan yang Dinamis dan
Kompleks
Sifat dari suatu lingkungan organisasi juga
merupakan hambatan bagi penetapan tujuan dan perencanaan yang efektif.
Perubahan yang cepat, inovasi teknologi, dan persaingan yang ketat juga dapat
meningkatkan kesulitan bagi suatu organisasi untuk secara akurat mengukur
kesempatan dan ancaman di masa mendatang.
4. Keengganan untuk Menetapkan Tujuan
Hambatan lain terhadap perencanaan yang efektif
adalah tujuan bagi mereka sendiri dan untuk unit-unit yang merupakan tanggung
jawab mereka. Alasan untuk ini mungkin adalah kurangnya rasa percaya diri atau
takut akan kegagalan. Jika seorang manajer menetapkan suatu tujuan spesifik,
ringkas, dan berhubungan dengan waktu, maka apakah ia mencapai atau tidak
mencapai tujuan tersebut akan tampak nyata. Manajer yang secara sadar atau
tidak sadar berusaha untuk menghindari tingkat tanggung jawab ini lebih mungkin
untuk menghindari usaha perencanaan organisasi.
5. Penolakan terhadap Perubahan
Hambatan lain dalam menetapkan tujuan dan
perencanaan adalah penolakan terhadap perubahan. Perencanaan pada intinya
terkait dengan perubahan sesuatu dalam organisasi. Avon Products hampir membuat
dirinya sendiri bangkrut beberapa tahun yang lalu karena perusahaan bersikeras
melanjutkan kebijakan pembayaran deviden yang besar kepada para pemegang
sahamnya. Ketika laba mulai turun, manajer menolak memotong deviden dan mulai
melakukan pinjaman untuk membayar deviden tersebut. Hutang perusahaan meningkat
dari $3 juta menjadi $1,1 miliar dalam waktu delapan tahun. Pada akhirnya,
manajer terpaksa menyelesaikan masalah dan memotong deviden.
6. Keterbatasan Keterbatasan
(constraints) yang membatasi apa yang dapat dilakukan organisasi merupakan
hambatan utama yang lain.
Mengatasi Hambatan
Efektifitas penting bagi seorang manajer,
seringkali dalam pengembangan perencanaan yang efektif manajer mengalami
hambatan – hambatan. Terdapat dua hambatan utama dalam pengembangan
rencana yang efektif, yaitu :
1. Penolakan dari dalam
diri perncanaan terhadap penetapan tujuan dan pembuatan rencana untuk
mencapainya.
David A. Kolb dan kawan – kawan mengemukakan beberapa alasan
mengapa manajer ragu – ragu atau seringkali gagal dalam menetapakan
tujuan organisasi
a. Keengganan melepaskan tujuan
alternatif
b. Ketakutan akan kegagalan
c. Minimnya pengetahuan tentang
organisasi
d. Minimnya pengetahuan tentang
lingkungan
e. Kurangnya percaya diri
2. Keengganan yang lazim
dari para anggota organisasi untuk menerima rencana karena perubahan yang akan
ditimbulkan
a. Terdapat tiga alasan mengapa
anggota organisasi dapat menolak perubahan – perubahan yang akan
terjadi.Ketidakpastian mengenai sebab dan akibat dari perubahan
b. Kengganan untuk melepaskan
keuntungan yang ada
c. Kesadaran akan kelemahan
dalam perubahan yang diusulkan
Ada 4 cara mengatasi hambatan dalam penetapan tujuan dan perencanaan
antara lain :
1. Pemahaman Maksud Tujuan dan RencanaSalah satu
cara terbaik untuk memperlancar penetapan tujuan dan proses perencanaan adalah
dengan maksud dasarnya. Manajer seharusnya juga mengetahui bahwa terdapat
keterbatasan pada efektivitas penetapan tujuan dan pembuatan rencana.Dan
penetapan tujuan dan perencanaan yang efektif tidak selalu memastikan
keberhasilan, penyesuaian dan pengecualian diharapkan dari waktu ke waktu.
2. Komunikasi dan PartisipasiMeskipun mungkin
dibuat pada tingkat tinggi, tujuan dan rencana tersebut harus dikomunikasikan
kepada pihak yang lain dalam organisasi. Setiap orang yang terlibat dalam
proses perencanaan seharusnya tahu landasan apa yang mendasari strategi
fungsional, dan bagaimana strategi-strategi tersebut diintegrasikan dan
dikoordinasikan. Orang-orang yang bertanggung jawab untuk mencapai tujuan dan
mengimplementasikan rencana harus didengar pendapatnya dalam mengembangkan
strategi tersebut. Setiap orang hampir selalu memiliki informasi yang berharga
untuk disumbangkan / dan karena mereka yang akan mengimplementasikan rencana /
keterlibatan mereka sangat penting orang biasanya lebih berkomitmen pada
rencana yang pembentukannya mereka bantu .bahkan ketika suatu organisasi agar
bersifat sentralistis atau menggunakan staf perencanaan, manajer dari berbagai
tingkan dalam organisasi seharusnya dilibatkan dalam proses perencanaan.
3. Konsistensi /revisi /dan pembaruan Tujuan seharusnya
konsisten baik secara horizontal maupun secara vertikal .konsistensi horizotal
berarti bahwa tujan seharusnya konsisten diseluru organisasi / dari satu
departemen ke departemen lainnya. Konsistensi vertikal berarti
bahwa tujuan seharusnya konsisten dari atas hingga ke
bawah organisasi : tujuan stategis, taktis, dan operasional harus
selaras. Karena penetapan tujuan dan perencanaan merupakan proses yang dinamis,
tujuan dan perencanaan juga harus direvisi dan diperbarui secara berkala.
Banyak organisasi melihat perlunya merevisi dan memperbarui dengan frekuensi
yang semakin sering.
4. Sistem Penghargaan yang Efektif Secara umum,
orang seharusnya diberi penghargaan baik karena menetapkan tujuan dan rencana
yang efektif, maupun karena berhasil mencapainya. Karena kegagalan terkadang
berasal dari faktor-faktor di luar pengendalian manajemen, orang seharusnya
dipastikan bahwa kegagalan dalam mencapai tujuan tidak akan selalu memiliki
konsekuensi hukuman.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Perencanaan
merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen, terutama dalam
menghadapi lingkungan eksternal yang berubah dinamis. Dalam era globalisasi
ini, perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan
sistematis. Dalam perencanaan terdiri dari macam-macam perencanaan, yaitu
Perencanaan berdasarkan jangkauan, Perencanaan berdasarkan kerangka waktu,
Perencanaan berdasarkan spesifisitas, Perencanaan berdasarkan frekuensi
penggunaan. Suatu perencanaan juga terdapat berbagai hambatan dalam penetapan
tujuan. Hambatan tersebut antara lain tujuan yang tidak tepat, sistem
penghargaan yang tidak tepat, penolakan terhadap perubahan dan keterbatasan.
Kegiatan perencanaan memiliki ruang lingkup yang
sangat luas yang meliputi:
· Perencanaan dari dimensi waktu
· Perencanaan dari dimensi spasial
· Perencanaan dari dimensi tingkat jenis perencanaan
· Perencanaan dari dimensi jenis
Adapun hakikat dan pentingnya perencanaan
adalahperencanaan sebagai fungsi organikmanajerial yang pertama ialah karena
perencanaan merupakan langkah kongkret yang pertama-tama diambil dalam usaha
pencapaian tujuan. Artinya, perencanaan merupakan usaha konkretitasi
langkah-langkah yang harus ditempuh yang dasar-dasarnya telah diletakkan dalam
strategis organisasi.
3.2 Saran
Sebaiknya dalam mengambil
keputusan dan tindakan dalam berbagai bentuk organisasi menggunakan proses
dasar manajemen berupa perencanaan.
Dalam sebuah prencanaan perlu memperhatikan sifat
rencana yang baik untuk mencapai hasil yang diinginkan
DAFTAR PUSTAKA
Empat,Thantawi, 2013,Pengantar Manajemen,Malang:
Biro Penerbitan Fakultas Ekonomi dab Bisnis Universitas Brawijawa
Hafidhuddin, didin, dkk, 2005,Manajemen Syariah,
Jakarta: Gema Insani
Daft Richard, Manajemen. Edisi enam,
Salemba empat, Jakarta, 2006
Siswanto , Bedjo,.2005.Pengantar
Manajemen. Jakarta : PT Bumi Aksara.
http://adieth12.blogspot.com/2012/04/pentingnya-perencanaan-sebagai-salah.html
https://medium.com/@TERRAITB/poac-planning-organizing-actuating-and-controlling-manajemen-organisasi-ea982e20529
https://uprint.id/blog/contoh-kata-pengantar/
http://ciputrauceo.net/blog/2015/2/5/contoh-makalah-mahasiswa-yang-benar-beserta-pedoman-pembuatan-makalah

Komentar
Posting Komentar